Semua artikel

Persentase Bertingkat dalam Penalaran Matematika UTBK: Mengapa Diskon 20% Lalu 10% Bukan 30%

Pelajari persentase bertingkat, poin persentase, dan cara menyelesaikan soal harga, pertumbuhan, serta komposisi tanpa salah konsep.

Oleh HOSAYA Online Academy

Pengertian Singkat

Persentase bertingkat adalah perubahan persentase yang terjadi secara berurutan terhadap nilai terbaru. Karena perubahan kedua dihitung dari hasil perubahan pertama, persentasenya tidak selalu dapat dijumlahkan langsung.

Contoh sederhana: harga yang didiskon 20% lalu 10% tidak mengalami diskon 30%. Setelah diskon pertama, dasar perhitungannya sudah berubah.

Hal penting lain adalah membedakan persentase dan poin persentase. Jika tingkat kelulusan naik dari 60% menjadi 75%, kenaikannya adalah 15 poin persentase, tetapi kenaikan relatifnya adalah .

Rumus dan Konsep

Jika suatu nilai awal mengalami perubahan berturut-turut sebesar dan , gunakan faktor pengali:

Untuk kenaikan, bernilai positif. Untuk penurunan atau diskon, gunakan faktor .

Misalnya, kenaikan 20% lalu penurunan 10% menghasilkan:

Jadi, perubahan bersihnya adalah kenaikan 8%, bukan kenaikan 10%.

Untuk dua perubahan umum dan , perubahan bersih dapat ditulis sebagai:

Jika salah satunya merupakan penurunan, nilainya diberi tanda negatif.

Contoh 1: Diskon Bertingkat

Sebuah jaket berharga Rp500.000 mendapat diskon 20%, kemudian tambahan diskon 10%. Berapa harga akhirnya?

Diskon pertama:

Diskon kedua dihitung dari Rp400.000, bukan dari harga awal:

Harga akhir jaket adalah Rp360.000. Total potongan adalah Rp140.000, sehingga persentase diskon efektifnya:

Jadi, diskon 20% lalu 10% setara dengan diskon efektif 28%, bukan 30%.

Contoh 2: Pertumbuhan dan Komposisi

Jumlah peserta sebuah kelas bertambah 15% pada bulan pertama dan 20% pada bulan kedua. Jika jumlah awalnya 800 peserta, berapa jumlah akhirnya?

Jumlah akhir adalah 1.104 peserta. Pertumbuhan totalnya:

Pertumbuhan total bukan 35% karena kenaikan 20% pada bulan kedua dihitung dari jumlah setelah kenaikan pertama.

Pada soal komposisi, prinsipnya sama. Jika proporsi kelompok A naik dari 40% menjadi 50%, perubahan tersebut adalah 10 poin persentase. Kenaikan relatif terhadap proporsi awal adalah:

Latihan dan Pembahasan

Soal 1

Harga sebuah buku Rp80.000. Harga tersebut naik 25%, lalu mendapat potongan 20%. Berapa harga akhirnya?

Pembahasan:

Harga akhirnya tetap Rp80.000. Kenaikan 25% dan penurunan 20% saling meniadakan karena penurunan diterapkan pada nilai yang sudah naik.

Soal 2

Tingkat kehadiran siswa meningkat dari 72% menjadi 81%. Nyatakan perubahan tersebut dalam poin persentase dan persentase relatif.

Pembahasan:

Perubahan dalam poin persentase:

Jadi, kenaikannya adalah 9 poin persentase.

Persentase kenaikan relatif:

Jadi, tingkat kehadiran naik 12,5% secara relatif.

Soal 3

Sebuah produk mengalami kenaikan harga 10% dan kemudian kenaikan lagi 10%. Berapa persentase kenaikan totalnya?

Pembahasan:

Gunakan faktor pengali:

Kenaikan total adalah 21%, bukan 20%.

Tips Ringkas

  • Tentukan nilai dasar setiap perubahan. Tanyakan, “Persentase ini dihitung dari nilai yang mana?”
  • Ubah kenaikan menjadi faktor .
  • Ubah penurunan atau diskon menjadi faktor .
  • Kalikan faktor perubahan secara berurutan, jangan langsung menjumlahkan persentasenya.
  • Gunakan istilah poin persentase untuk selisih langsung antara dua persentase.
  • Saat memeriksa jawaban, ambil nilai awal sederhana seperti 100 untuk menguji apakah logikanya masuk akal.